Wahai kenangan masa lalu, apabila datang gadis yang menorehkan namanya dihatiku
Yang bertanya kepada sepasang muda-mudi
Tentang si pencinta yang sedang dirundung kesedihan
Maka beritahukan kepadanya
Bahwa malam dan hari-hari saat bersamamu
Telah memadamkan api kesedihan yang sekarang berkobar didalam hatiku
Bahwa air mata mu yang mengalir dipusaraku telah digantikan oleh senyum dan tawa
Bahwa sifat bisu kita saat ini telah menghapuskan jejak-jejak cinta yang telah berlalu
Jika sekarang kamu marah, ketahuilah kemarahan mu itu siapa ? Pilihan atau jalan takdir.
Jika sekarang kamu merintih sedih, ketahuilah sebagaimana kamu memutus ikatan cinta kasih hanya dalam tarikan nafas.
Jika sekarang kamu tertawa, ketahuilah aku disini memandangmu selalu dan menunggu senyum itu.
Sebab,inilah jalan yang engkau pilih dan takdir sebenarnya hanya menuntun.
Andai saja ada jalan kembali bagi segala yang telah berlalu di hadapan kita.
Andai saja ada tempat kembali ketika aku dan kamu tersadar
Andai saja jiwaku memiliki keterjagaan yang panjang, tanpa mengindahkan bunga mimpi dan dapat memperlihatkan senyum, tawa kita dimasa lalu yang tersembunyi, kepada kita saat ini
Andai saja hati kita memiliki hari berbangkit dan dapat mendengarkan senandung yang didendangkan oleh kenangan masa lalu dan gemericik detak jantung saat kita bertatapan.
Sesungguhnya cinta kita bagaikan sebuah bintang dihamparan cakrwala yang cahayanya telah tersamarkan oleh benderangnya cahaya pagi
Dan, saat mentari itu telah bertengger diufuk itulah hari pertemuan dua hati yang kembali menyatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar