22 Maret 2011

pecundang cinta

Ini lah aku, sang pecundang cinta. Seorang pencinta yang tak diberi sayap oleh cinta itu sendiri. Dan tak akan bisa terbang ke balik awan untuk melihat taman cinta, dimana jiwa nya tinggal bersemayan bersama kebahagiaan yang menyedihkan itu. Aku tak dipilih oleh cinta sebagai pendampingnya,walau aku mendengar ketika cinta memanggil-manggil. Kisah cinta ini tak pernah tertulis untuk ku. Bahkan seandainya aku berusaha memahami kisah cinta ini dengan seksama hanya ada kekaburan dan linangan air mata. Begitu juga ketika aku mencoba memecahkan makna-makna nya dalam kata dan kertas yang kutemukan hanya debu yang tertiup dan terberai oleh angin. Apa artinya aku hidup bila tak pernah memdengar kata cinta berdengung di telingaku. Dan, apa artinya jiwaku jika ia tak pernah berhasil menguak rahasia mimpi dan perasaan dalam hati. Apa artinya bunga bila daun-daunnya tak pernah disirami dengan tetesan embun sang fajar? Apa pula artinya sungai bila ia tak menemukan jalan untuk sampai di laut ? Wahai cinta aku dapat melihat tanda-tanda penderitaan, keputusasaan, dan kesedihan pada air matanya yang jatuh. Tapi kenapa aku tak dapat memandangnya ketika cinta memandangku dan tak dapat merasakan badai yang berkecamuk ketika ia menyapa ku ,aku hanya seperti patung yang berlumut ,yang tak ubahnya lidahku terbelenggu dengan rasa malu yang membungkam dengan jari-jemari yang misterius. Inilah aku sang pecundang cinta ,tak ada yang ingin mendengar kisah atau keluh-kesah ku.

Tidak ada komentar: