22 Maret 2011

rakyat dimata para politisi

Kami disini orang-orang lugu yang dieksploitasi ketidakberdayaan ,kami untuk jalan bagi para politisi. Sikap lugu itu kalian santap para politisi. Moral ,etika dan ajaran agama kalian belokkan untuk mengeksploitasi kami. Sikap alim kami pada kalian ,bukan bentuk pengakuan atas status sebagai manusia lemah. Kami hanyalah rakyat dan anak manusia yang taat, tapi bukan sapi perahan kalian. Politisi yang kebaikannya dijadikan sarana untuk mencari dukungan atau pengikut atas keburukan kalian yang ditutupi oleh tameng janji manis. Dihadapan kami ,kalian berubah rupa seperti cermin satu arah yang hanya melihatkan kebaikan tidak keburukannya. Dengan jas yang mewah dan undang-undang yang kalian buat, kalian dapat memaksa dan menindas kami dengan dalih tugas negara. Atas nama demokrasi dan pemberantasan kejahatan, pembataian anak manusia kalian lakukan bahkan halalkan. Hasil dari menjalankan tugas negara untuk kebaikan sesama ,kata kalian ! Adalah hanya untuk diri sendiri-paling jauh untuk meloloskan kalian dari hukum negara tapi esok hukum alam mencabik-cabik seperti serigala ,menghanyutkan seperti danau yang tenang dan memenjarakan dalam terali besi hutan yang lebat. Ini adalah contoh betapa nurani menjadi tak berarti bila berhadapan dengan ambisi jahat ,menjarah,menindas dan menjajah ,kalian para politisi hanya bermuka kepentingan politik ,ekonomi dan budaya.

Tidak ada komentar: